Minggu, 22 Januari 2017

STOP ! Efek Negatif Merebus Botol Susu. Ini Cara Yang Benar!


Berharap memberikan apa yang terbaik untuk bayi ternyata justru membahayakan bagi sang bayi. Padahal cara-cara tersebut sudah biasa dilakukan dikalangan ibu yang punya momongan bayi.Tak jarang, karena ingin steril ibu-ibu merebus dot atau botol susu bayi dan balitanya.

Mulai sekarang, sebaiknya mulai saat ini tinggalkan kebiasaan tersebut. Apa alasannya?

Ahli gizi dari Rumah Sakit Daerah (RSUD) Umum Ulin Banjarmasin mengatakan, kebanyakan botol susu bayi terbuat dari plastik jenis Polikarbonat (PC). (Baca juga Agar Botol Susu Bayi Selalu Steril, Ini Cara Membersihkan yang Benar)

Jika direbus ada kemungkinan plastik ini akan melepaskan residu senyawa kimia yaitu bisphenol-A (BPA) yang sangat berbahaya.

"Zat kimia tersebut bisa berbahaya pada sistem reproduksi, saraf dan sistem daya tahan tubuh pada proses perkembangan anak, seperti menyebabkan kanker," tulis Pramono di grup Gerakan Sadar Gizi.

Pramono juga menyebabkan, kebiasaan merebus botol susu juga menyebabkan Endocrine Disrupter yang menganggu sistem hormon tubuh.

Ini berhubungan dengan kesehatan pertumbuhan dan fungsi organ-organ tubuh menimbulkan bahaya.

Lantas bagaimana menyikapinya?

Pramono menyarankan, kita bijak memilih Botol susu yang aman.

Botol plastik yang aman untuk anak adalah botol yang berlambang #2 HDPE, #4 LDPE and #5 PP.

Plastik tersebut dibuat dari polypropylene atau polyethylene yang diketahui tidak melarutkan karsinogen, zat penyebab kanker.

Untuk mengetahuinya Anda tinggal melihat lambang #2, #4 dan #5 yang berada di bagian bawah botol.

Botol susu juga sebaiknya tidak dicuci dengan sikat yang keras yang dapan menggores bagian dalam botol sehingga melepaskan senyawa berbahaya.

Waspadai jika botol susu sudah berubah menjadi buram, bisa jadi bagian dalamnya sudah tergores.

Lebih baik botol susu bayi diganti setiap beberapa bulan sekali.

Mencuci botol susu plastik agar steril maka botol sebelum digunakan dengan menggunakan alat steril khusus atau mengocoknya dengan air panas untuk membunuh bakteri jangan merebusnya, sebaiknya cukup dibilas air mendidih beberapa saat.

Yuk mulai berikan botol susu yang terbaik untuk buah hati!

Jumat, 20 Januari 2017

Membiarkan Anak Tidur Sambil Hisap Botol Susu Ternyata Penyebab Utama Gigi Rusak (Karies Gigi)


Di masyarakat kita sudah menjadi keyakinan bahwa anak-anak kecil yang giginya rusak adalah akibat seringnya makan permen atau makanan manis, namun ternyata anggapan itu tidaklah seratus persen benar rupanya botol susu berpengaruh besar akan kerusakan gigi anak ini.

Seorang doktor gigi bernama Dr Iqbal Rosali telah memuat sebuah artikel berbicara mengenai perkara ini, beliau meminta supaya ibu bapak supaya mengambil langkah-langkah pencegahan.

BOTOL SUSU PENYEBAB GIGI RUSAK?



KARIES BOTOL SUSU terjadi apabila bayi atau kanak-kanak dibiarkan tidur ketika sedang menghisap susu atau air manisan daripada botol susu. Cairan yang tidak dibersihkan daripada dalam mulut bayi ini akan menyelaputi gigi dan menyebabkan kerusakan pada gigi.

Gigi yang sering kali menjadi mangsa ialah gigi susu, lihat gambar atas.

Rata-rata ibu bapak sering mengindahkan perkara ini dan membiarkan saja gigi susu ini rusak, dengan alasan boleh diganti dengan gigi kekal.

Tidakkah ibu bapak kasihan anak-anak menangis karena sakit gigi dan bengkak pada gusinya?

Tidakkah ibu bapak kasihan melihat anak-anak tidak ada gigi untuk makan dan bertutur dengan baik?

Tidakkah ibu bapak kasihan pada anak yang menangis pada tengah malam karena sakit gigi?

APA LANGKAH TERBAIK IBU BAPAK?

1. Jangan biarkan bayi tertidur dengan botol mengandung susu atau air manis.

2. Bersihkan mulut bayi selepas minum susu dengan menggunakan kain lembap yang dibalut pada jari manis anda dan digosok pada gigi dan gusi bayi untuk membuang sisa susu.

3. Kurangkan penggunaan botol susu secara bertahap. Galakkan minum menggunakan cawan atau gelas seawal usianya 6 bulan.

4. Bilas mulut bayi anda dengan membiasakan minum air putih selepas menghabiskan susu.

5. Hindarkan memasukkan gula ke dalam susu bayi anda.

6. Ibu bapak dibiasakankan memberus gigi anak-anak berusia di bawah 6 tahun.

7. Bawa anak untuk pemeriksaan gigi di klinik gigi setiap 6 bulan.


Selamat mencoba, jadikan anak kita bisa senyum merekah dengan memperlihatkan gigi sehatnya.




Perhatikan 8 Langkah Penting Saat Membersihkan Botol Bayi


Jika para bunda teledor akan 8 hal ini maka diare sangat mungkin terjadi jika botol susu si kecil tidak dibersihkan dengan baik.

Botol susu jadi salah satu perlengkapan pokok bayi dan anak berumut di bawah tiga tahun (Batita). Pada usia ini, daya tahan tubuh anak masih rentan. Sehingga semua hal yang masuk mulutnya harus dijaga dari kuman dan terjamin kebersihannya.

Diare sangat mungkin terjadi jika botol susu si kecil tidak dibersihkan dengan baik. Untuk itu selalu ikuti langkah-langkah penting berikut saat membersihkan botol susu si kecil

1. Cuci tangan
Sebelum mulai membersihkan botol, sebaiknya cuci tangan dengan sabun. Hal ini agar tak terjadi kontaminasi silang baik dari tangan maupun botol.

2. Lepaskan semua bagian botol
Bagian-bagian botol sebaiknya dilepaskan semua, sehingga seluruh kotoran bisa dibersihkan secara maksimal.

3. Gunakan sabun
Gunakan sabun khusus untuk membersihkan botol bayi. Biasanya sabun ini terbuat dari bahan alami yang aman untuk mencuci peralatan bayi.

4. Gunakan sikat khusus untuk dot
Untuk membersihkan bagian dot, gunakan sikat kecil berbulu halus, agar dapat menjangkau bagian dalam. Bersihkan dengan teliti, agar tidak ada bekas susu yang tertinggal, karena bisa mendatangkan bakteri.

5. Gunakan sikat khusus untuk bagian dasar
Gunakan sikat yang bisa menjangkau bagian dasar botol susu dengan gerakan memutar. Setelah itu, bersihkan keempat sisi botol dengan sikat yang sama dengan gerakan naik turun. Lanjutkan dengan membersihkan bagian bibir botol.

6. Spons khusus untuk keseluruhan botol
Spons khusus digunakan untuk membersihkan seluruh botol beserta tutupnya.

7. Bilas
Bilas hingga bersih semua bagian botol yang sudah dicuci dengan air yang mengalir. Jangan bilas botol dengan merendam dalam wadah, karena kotoran akan menempel lagi pada botol 
yang sudah dibersihkan.

8. Steril dan keringkan 
Setelah dicuci, botol harus disterilkan. Bisa dengan alat steril atau direbus.

(Sah/Sumber: Baby Center)